Skip to main content

Apakah manusia boleh meningkah dengan jin ?



apakah manusia boleh meningkah dengan jin ?
Terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang kemungkiinan terjadinya pernikahan antara manusia dan jin. Pendapat yang tepat adalah bahwa hal itu dimungkinkan berdasarkan firman Allah swt :
وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ وَعِدْهُمْ
Artinya : “Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.” (QS. Al Isra : 64)
Adapun tentang hukum pernikahan antara manusia dan jin maka tidaklah dibolehkan, sebagaimana hal itu diterangkan Imam Suyuthi didalam kitabnya “al Asybah an Nazhair”.
Di dalam permasalahan-permasalahan tentangnya telah ditanyakan asy Syeikh Jamaluddin al Isnawi kepada hakim dari para hakim Syarofuddin al Bariziy apabila seseorang ingin menikah dengan wanita dari kalangan jin —ketika dimungkinkan— maka apakah hal demikian diperbolehkan atau dilarang. Sesungguhnya Allah SWT berfirman :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri.” (QS.Ar Ruum : 21)—Sang Maha Pencipta telah memberikan karunia dengan menjadikan hal itu dari satu jenis yang bisa dipergauli.
Dan jika kita membolehkan hal demikian —ini disebutkan di dalam kitab “Syarh al Wajiz’ milik Ibnu Yunus— maka apakah diharuskan bagi jin wanita itu untuk tetap tinggal di rumah atau tidak? Apakah dia dilarang untuk berbentuk selain bentuk manusia ketika dirinya menyanggupi karena kadang dirinya senang dan kadang tidak dengan hal itu? Apakah dirinya juga tergantung dengan syarat-syarat sah pernikahan seperti walinya atau apakah dirinya harus bersih dari berbagai penghalang (pernikahan) atau tidak? Apakah jika si lelaki melihatnya dalam bentuk selain bentuk biasanya dan si wanita jin itu mengaku bahwa ini adalah dirinya, maka apakah pengakuannya itu bisa dijadikan sandaran, lalu dibolehhkan baginya menggaulinya atau tidak? Apakah si lelaki juga dibebankan untuk memberikan apa-apa yang menjadi kebiasaan mereka (kaum jin), seperti : tulang dan selainnya jika dirinya mampu ataukah ia tidak dibebankan?
Lalu beliau menjawab : “Tidak diperbolehkan menikah dengan wanita dari kalangan jin berdasarkan pemahaman dari dua ayat yang mulia didalam surat an Nahl :
وَاللّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
Artinya : “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri" (QS. An Nahl : 72)
Dan didalam surat ar Ruum :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri.” (QS. Ar-Ruum : 21)
Terhadap kedua ayat tersebut, para mufasir mengatakan bahwa makna dari “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri" adalah dari jenis, macam atau seperti fisik kalian, sebagaimana firman Allah SWT :
لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ
Artinya : “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari jenismu sendiiri.” (QS. At Taubah : 128) —yaitu dari kalangan manusia, karena wanita-wanita yang dihalalkan untuk dinikahi adalah anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan bapak dan anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan ibu. Termasuk dalam hal ini adalah wanita-wanita jauh sebagaimana yang difahami dari ayat di surat al Ahzab :
Artinya : “Dan anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.”(QS. Al Ahzab : 50) dan wanita-wanita selain mereka yang haram (dinikahi)… sebagaimana disebutkan didalam surat an Nisa tentang wanita-wanita yang haram (dinikahi), maka itu semua adalah tentang nasab sementara itu tidaklah ada nasab antara anak-anak Adam dan jin.
Dan inilah jawaban al Barizi. Jika engkau bertanya,”Bagaimana menurutmu tentang hal itu?” Aku mengatakan,”Bahwa yang aku yakini adalah diharamkan berdasarkan beberapa alasan berikut, diantaranya :
  1. Berdasarkan kedua ayat terdahulu.
  2. Apa yang diriwayatkan Harb al Karmani didalam “Masaa’il” nya dari Ahmad dan Ishaq, keduanya mengatakan : Muhammad bin Yahya al Qathi’i telah bercerita kepada kami : Basyar bin Umar telah bercerita kepada kami : Ibnu Luhai’ah telah bercerita kepada kami dari Yunus bin Yazid dari az Zuhriy berkata,”Bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang menikahi jin.”. walaupun hadits ini mursal namun dikuatkan oleh berbagai perkataan para ulama. Terdapat riwayat dari al Hasan al Bashri, Qatadah, al Hakam bin ‘Uyainah Ishaq bin Rohuyah dan ‘Uqbah al ‘Asham tentang pelarangan itu. Al Jammal as Sijistani dari kalangan Hanafi didalam kitab “Munyah al Mufti ‘an al Fatwa as Sirajiyah” mengatakan bahwa tidak diperbolehkan pernikahan antara manusia dan jin, dan manusia air karena perbedaan jenis.
  3. Bahwa pernikahan disyariatkan untuk ketenangan, ketentraman, kecintaan dan kasih sayang dan hal ini tidak terdapat pada jin bahkan yang ada pada mereka adalah sebaliknya yaitu permusuhan yang tidak hilang.
  4. Tidak terdapat perizinan dari syariat tentang hal itu. Sesungguhnya Allah swt telah berfirman :
    فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء
    Artinya : “Maka kawinilah wanita-wanita (an nisa) yang kamu senangi.” (QS. An Nisa : 3) An Nisaa adalah nama khusus untuk wanita-wanita dari kalangan Bani Adam sehingga selain mereka adalah haram. Karena asal dari persetubuhan adalah haram hingga terdapat dalil yang menghalalkannya.
  5. Dan seorang yang merdeka dilarang menikahi budak wanita jika akan menghasilkan kemudharatan pada anak karena perbudakan… Maka apabila pernikahan dengan budak wanita adalah dilarang padahal dari jenis yang sama meskipun dari macam yang berbeda maka pernikahan dengan yang tidak sejenis tentunya lebih utama lagi. (al Asbah an Nazha’ir hal 457–459)
Wallahu A’lam.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Share Internet Modem Ke Wifi Android

Semua orang pasti sudah biasa saat mencoba menggunakan android sebagai tathering, supaya akses internet yang ada di android bisa di gunakan di laptop atau PC. Hal yang menjadi permasalahan adalah batrai android tidak bertahan lama dan cepat habis. sehingga jika ingin membagi internet dari wifi android ke PC jelaslah harus siap sedia charger. andai ini terus berlanjut kualitas batrai sendiri akan cepat turun dan rusak. karena idealnya, pengcesan batrai itu dianjurkan dengan kondisi HP yang mati atau minimal internet Data yang nonaktif. Pertanyaan baru mulai bermunculan. Bisakah berlaku sebaliknya? Akses internet PC yang berasal dari modem bisakah di bagi/share ke android. Saya sendiri lebih sering Online di PC dari pada android. karena itu amat penting bagi saya untuk mencoba mencari cara membagi koneksi internet dari modem ke android. Dan inilah solusinya. Dengan Aplikasi connectify, semua itu ternyata bisa terjadi. Pada prinsipnya, aplikasi connectify ini menciptakan sumber wifi b...

Cara Lengkap Menggunakan Aplikasi Audacity : Edit Sound Music

Suara adalah sebuah bentuk energi mekanik  terindah yang diberikan tuhan dengan cuma-cuma tanpa pernah kita minta. Maka karena keindahan itulah tak heran jika suara seorang manusia menjadi idola atau pujaan manusia yang lainnya. Hingga kemudian suara tersebut direkam dan disimpan dalam berbagai format musik seperti : AU, AIFF, WAV  dan raw header-less PCM. ATRAC, MP3, Vorbis,  AAC, Mousepack, dan Windows Media Audio (WMA). Tom's lossless Audio Kompressor (TAK), Monkey's Audio (filename extension APE), FLAC, TTA, WavPack (filename extension WV),  Apple Lossless, MPEG-4 ALS, MPEG-4 SLS, MPEG-4 DST,  Shorten, ATRAC Advanced Lossless, Windows Media Audio Lossless (WMA Lossless). Terkadang kita perlu mengedit File Suara untuk berbagai keperluan. Seperti memperbesar suara hasil rekaman,  memotong lagu untuk menjadikan ringtone HP, Memotong suara karena sensor (berbicara tidak sopan), Menggabungkan file suara rekaman dengan musik backround,  men...

Denah dan maps kampus ITB Bandung

ITB (Institut Teknologi Bandung) Merupakan salah satu kampus tertua yang ada di indonesia. Beralamat di : Alamat : Jl. Tamansari 64, Bandung, Jawa Barat 40116 Jika Kita lihat di dalam peta bandung Utara, Lokasi Kampus ITB ini berada di tengah kota. Cukup dekat dengan Dago, Jembatan layang Surapati, Gazebu (Gazibu), dan berada di Samping kebun Binatang Bandung. Bisa Sahabat lihat dengan Lokasi bertanda Biru. Jika Kita masuk Lebih dekat, kita akan menjumpai beberapa lokasi di dalam kampus ITB yang menyediakan denah kampus. Sehingga orang luar yang tak terbiasa datang dan kenal kampus ITB juga bisa mudah menemukan lokasi-lokasi gedung Kampus ITB. Dibawah ini merupakan Peta Denah dan Maps kampus ITB Bandung beserta Penjelasan Nama-nama gedung di Kampus ITB Bandung : Keterangan Gambar : Sasana Budaya Ganesa Stasiun Mandala Wangi Kolam renang UPT olahraga Menwa Labtek III ; Matematika, HIMATIKA, Astronomi, HIMASTRON, Pusat Penelitian dan Pengembangan dan Penerapan Matematika) Teknik Industr...